KENALI PAS

Klik gambar untuk senarai artikel.

PRU13

Klik gambar untuk senarai artikel.

MANIFESTO

Klik gambar untuk senarai artikel.

FIKRAH

Klik gambar untuk senarai artikel.

TAHALUF SIYASI

Klik gambar untuk senarai artikel.

KALIMAH ALLAH

Klik gambar untuk senarai artikel..

Sunday, 12 June 2011

Parti Ikhwan Akan Jalin Hubungan dengan Partai Liberal dan Kiri Mesir



Ikhwanul Muslimin berusaha untuk membangun aliansi besar-besaran dengan partai liberal dan kiri untuk pemilihan parlemen yang dijadwalkan September mendatang, kata Issam al-Arian, wakil presiden Partai Kebebasan dan Keadilan pada hari Jumat lalu.

Pada konferensi yang diadakan di Delta, Arian mengatakan partainya tidak berencana untuk mencapai mayoritas di parlemen, dan hanya berusaha merebut 30-35 kursi jika pemilu berjalan secara independeni.

Erian mengatakan pihaknya ingin membentuk aliansi yang mencakup semua kekuatan politik, seperti kaum liberal, partai baru dan lama, serta kaum kiri dan Islam. Ia mengatakan ini akan membantu menghasilkan kriteria untuk pekerjaan panel yang akan menyusun konstitusi baru.

"Kami mampu membangun bangsa, merdeka bebas yang tidak meminta bantuan asing," katanya, menambahkan bahwa partainya akan menerjemahkan kata menjadi tindakan.

Arian mengatakan pihaknya menghargai upaya yang penguasa dari Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata meskipun mengutuk pelanggaran hak asasi manusia yang mungkin telah dilakukan militer.

Arian juga mengatakan orang-orang saat ini percaya dengan pemerintahan Perdana Menteri Issam Syaraf. "Meskipun tidak ada parlemen untuk memantau kinerja, ada rakyat dan media yang akan mengawasi," katanya menambahkan. (fq/amay)

Friday, 10 June 2011

Mursyid Ikhwan: Akibat Penyiksaan Anggota Ikhwan Mesir Kalah Perang

 

 Mursyid 'Aam Ikhwanul Muslimin Muhammad Badi menuduh bahwa kekalahan Mesir di tangan Israel dalam perang tahun 1956 dan 1967 serta jatuhnya Presiden Hosni Mubarak, semuanya akibat dari murka Allah karena penganiayaan yang terjadi terhadap anggota Ikhwan.


Dia menambahkan bahwa penangkapan anggota Ikhwan oleh Presiden Gamal Abdel Nasser pada tahun 1954 menyebabkan kekalahan pada perang 1956 dan serangkaian penahanan anggota Ikhwan pada tahun 1965 juga menyebabkan kekalahan pada perang 1967 melawan Israel. Demikian pula, pemenjaraan anggota Ikhwan oleh Mubarak berakibat terjadinya revolusi 25 Januari sehingga mengakibatkan Mubarak jatuh.

Badie menyampaikan hal tersebut dalam khotbah Jumat minggu lalu, bersamaan dengan peringatan kekalahan pasukan Mesir oleh Israel pada tanggal 5 Juni 1967, sembari menegaskan juga bahwa Ikhwan adalah yang pertama untuk berbicara melawan ketidakadilan di Mesir dan telah menderita selama bertahun-tahun akibat penyiksaan dan penjara sebagai akibat keberanian mereka melawan rezim Mesir.

"Namun Allah telah memungkinkan Ikhwan untuk membuka markas baru mereka di daerah Muqattam, di mana banyak para syuhada yang meninggal di penjara militer dikuburkan di sana," kata Badi menambahkan.

Selain itu, pemimpin Ikhwan ini menyatakan bahwa kekalahan tahun 1967 adalah suatu peristiwa yang mengejutkan dunia Arab terlepas dari upaya oleh banyak politisi Mesir untuk membenarkan kekalahan dengan mengatakan bahwa itu hanya sebuah pertempuran dan bukan perang.

Badi juga mengecam semua politisi yang bersikeras bahwa perang tahun 1967 itu sebenarnya adalah kemenangan dan bukan kekalahan. Dia menyatakan bahwa kondisi yang represi, kurangnya kebebasan dan kediktatoran yang memerintah Mesir pada saat itu menjadi indikator kekalahan yang segera melanda negeri ini. Tingkat korupsi yang tinggi, kata Badi, telah menanamkan ketakutan, kemunafikan dan kepasifan dalam bangsa ini.

Dia menambahkan bahwa semua diktator hanya peduli untuk mempertahankan terus kekuasaan mereka dan akan berhenti sampai negara telah dihancurkan atau diduduki oleh pasukan asing.

Badi juga menyerang gerakan petugas bebas yang mengatur Revolusi 1952, mengatakan bahwa ketika revolusi berlangsung, mereka berjanji akan adanya kebebasan, demokrasi dan keadilan namun yang terjadi malah sebaliknya, orang-orang dibantai dan demokrasi ditindas.

"Tapi sekarang fajar terang akhirnya datang," kata Badi. "Para Intifida dari bangsa-bangsa Arab di Tunisia, Mesir, Libya, Yaman dan Suriah telah menyebabkan jatuhnya korupsi dan tirani oleh rakyat yang berbaris menuntut keadilan dan kebebasan. Sekarang para diktator dan fir'aun jatuh seperti boneka. "

Orang-orang Arab akhirnya terbangun dari koma mereka, tambah Badi, dan sekarang buah dari revolusi Mesir sudah terungkap dengan rekonsiliasi antara faksi Fatah dan Hamas Palestina dan pembukaan perbatasan Rafah.

Ia menyimpulkan dengan mengatakan bahwa kebijakan yang sekarang diadopsi oleh Mesir difokuskan pada peningkatan kehidupan masyarakat, dan dari sekarang, AS dan Israel tidak akan bisa ikut campur dalam keputusan internal negara Mesir.

"Kemenangan akan datang Insya Allah tidak ada keraguan tentang itu," kata Badi menambahkan. "Dan kembalinya Palestina, Yerusalem dan Dataran Tinggi Golan dan semua tanah yang diduduki oleh Israel bukan lagi mimpi tapi harapan yang akan menjadi kenyataan segera. Sekarang setelah orang memberontak, era superioritas Israel telah berakhir dan sekarang Israel meragukan bahwa keberadaan mereka apakah akan terus ada. " (fq/alahram)

Monday, 6 June 2011

Kelompok Ikhwan Mengambilalih Kekuasaan di Yaman?

  1.  

Rezim Ali Abdullah Saleh mendapat pukulan yang telak, dan mungkin dia tidak dapat lagi kembali ke Yaman, karena pemerintah Saudi menolak membantunya.


Roket yang menimpa dirinya dan sejumlah pejabat tinggi Yaman, hari Jum'at lalu, saat dia sedang berdoa di masjid di Komplek Istana Presiden, semua itu akan mengakhiri impiannya untuk terus berkuasa, yang sudah dijalaninya selama lebih dari tiga dekade.

Aliansi suku yang mengangkat senjata melawan Saleh tampaknya akan menjadi pemenang. Suku terbesar di Yaman yang dipimpin Shadiq al Ahmar, yang merupakan anak dari Sheikh Abdullah Al-Ahmar, yang pernah menjadi Ketua Parlemen Yaman (DPR), serta pemimpin Partia Ishlah, yang menjadi jelmaan Jamaah Ikhwanul Muslimin, nampaknya sekarang menjadi penentu politik di negeri itu.

Hakekatnya, Yaman yang diikat sebuah kesepakatan antara pemimpin suku, yang kemudian menjadi sebuah negara yang bersatu antara Yaman Selatan dan Utara, tak lain merupakan hasil perjanjian antara pemimpin suku, yang menyepakati Ali Abdullah Saleh menjadi presiden, di tahun 1994.

Ali Abdullah Saleh yang dikelilingi keluarganya dalam mengelola negara, terutama bidang keamanan, dan seluruh lembaga dan unit keamanan diserahkan kepada keluarganya atau anaknya.

Seperti anaknya yang bernama Ahmed Ali Abullah Saleh, yang sudah lama dipersiapkan untuk menjadi penggantinya, dan keponakannya, Yahya Muhammad Saleh, mengepalai unit paling efektif - dan tampaknya tak mampu berbuat banyak menghadapi situasi yang ada.

Ahmed menjadi panglima Garda Republik dan Yahya menjadi komandan anti-terorisme,yang paling berpengaruh, dan dia menjabat sebagai komandan militer - sejak tahun 2005. Presiden Ali Abdullah Saleh menyerahkan kepada 31 sepupunya untuk memimpin unit-unit pasukan keamanan di Yaman. Inilah bentuk kekuasaan di Yaman, di bawah Ali Abdullah Saleh.

Sekarang keluarga dan anak-anak Ali Abdullah Saleh mereka harus menghadapi pemimpin aliansi suku al-Hashid, suku yang paling besar di Yaman - yang dipimpin Shadiq al-Ahmar, dan sebenarnya Ali Abdullah Saleh menjadi anggotanya. Tetapi, satu per-satu mereka telah meninggalkan presiden, saat ia terkonsentrasi pada kekuasaan dan uang, dan membagi kekusaannya dalam kelompok yang sangat terbatas, dan sangat kecil, yaitu keluarganya.

Karena pola kekuasaan Ali Abdullah Saleh yang semakin "mengecil" dari lingkaran keluarganya semata, maka kemudian para pendukungnya, termasuk Hamid al-Ahmar, seorang pemimpin Partai Islam Islah, yang juga seorang pengusaha terkemuka, berubah menjadi lawan politiknya.

Ali Abdullah Saleh kehilangan sekutu-sekutunya, dan ia hanya mengandalkan dukungan dan perlindungan dari anak-anaknya dan keluarganya yang menguasai unit-unit militer. Pemimpin aliansi suku di Yaman, Sheikh Shadiq al Ahmar, marah dan meminta Ali Abdullah Saleh mundur, sesudah terjadi penembakan terhadap puluhan demonstran bulan Maret lalu.

Sheikh Abdullah Bin Hussein al-Ahmar, yang meninggal pada tahun 2007, adalah tokoh yang sangat penting di Yaman, dan memimpin Partai Islam Ishlah, yang menjadi jelmaan Jasmaah Ikhwan, dan Sheikh Abdullah al Ahmar pernah ketua parlemen Yaman. Posisi itu, sekarang digantikan oleh keponakannya yaitu Hamid al-Ahmar, yang merupakan sepupu dari Shadiq Al-Ahmar. Shadiq al-Ahmar adalah anak dari Sheikh Al-Ahmar.

Sheikh Abdullah al-Ahmar adalah salah satu tokoh yang sangat dihormat di Yaman secara luas - orang sering menggambarkannya sebagai bapak Yaman modern. Dia adalah seorang pemimpin oposisi, tetapi juga ketua parlemen, dan Saleh tidak berhati-hati mensikapi Sheikh Abdullah al-Ahmar. Hari ini, nampaknya tak ada pertemuan antara pemimpin suku Hashed yang dipimpin oleh Shadiq Al Ahmar dengan Ali Abdullah Saleh.

Lalu, siapa orang yang paling kuat di Yaman sekarang, sesudah Saleh berada di rumah sakit Riyadh, selain Shadiq al-Ahmar, mungkin Brigadir Jenderal Ali Muhsin al-Ahmar.

Jenderal Ali Muhsin seorang Komandan Divisi Lapis Baja Pertama. Sikap Muhsin merupakan pukulan yang pertama dan menentukan, ketika ia membelot pada bulan Maret, dan mengajak pasukannya berabung dengannya. Dia kemudian memerintahkan pasukannya untuk melindungi para demonstran yang melakukan aksi protes di Sanaa. Unit pasukan yang dipimpin Ali Muhsin baru-baru ini mengambil alih gedung-gedung dekat kompleks presiden.

Saleh menyalahkan al-Ahmar yang melancarkan serangan roket yang menghantam komplek Istana Presiden, Jumat lalu. Para pejabat lain mengatakan hanya pasukan profesional yang bisa terorganisir, dan berhasil melakukan serangan dengan sangat tepat.

Apa yang membuat Muhsin al-Ahmar menjadi perhatian pemerintah Barat, karena dia dikaitkan hubungannya dengan Islam Sunni yang radikal. Pengamat politik Yaman, mengatakan bahwa Ikhwanul Muslimin telah lama berpengaruh dalam komando militer al-Ahmar, dan dia dikenal karena sikapnya yang antipati terhadap Syi'ah Yaman.

Barak Barfi, seorang peneliti di New America Foundation, sebuah think tank yang berfokus pada terorisme di Timur Tengah dan Asia Selatan, baru-baru ini mencatat bahwa al-Ahmar " menikah dengan adik Tariq al-Fadhli, seorang Yaman yang berjuang bersama al Qaeda Osama bin Laden di Afghanistan. Bila lebih dari 4.000 orang Arab kembali dari pertempuran Soviet di Afghanistan, maka al-Ahmar merupakan kekuatan yang terorganisir, dan mereka berada dalam unit militer, yang dapat dikerahkan dalam perang sipil 1994. Tetapi, semua itu hanyalah sangkaan dari intelijen Barat, yang tidak ingin kekuatan Islam berkuasa, dan menuduh Al-Ahmar bagian dari Al-Qaidah.

Tokoh lain yang mungkin memainkan peran penting adalah ulama Abdulmadjid al-Zindani, pendiri Partai Islah Islam. Zindani ulama yang sangat ditakuti oleh Yaman liberal. Sheikh Abdul Majid Zindanni, yang terkenal dengan ilmunya, dan menulis tentang al-Qur'an yang dikaitkan dengan ilmu pengatahuan. Zindani juga sebagai pendiri (muasis) Jamaah Ikhwan di Yaman. Tetapi, ia lebih banyak di bidang ilmu dakwah dan ilmu pengetahuan.

Wakil Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi telah mengambil alih kekuasaan dan mengambil alih komando angkatan bersenjata dan keamanan Yaman. Wakil Presiden sejak tahun 1994, dia tidak ingin menerima kekuasaan dari Ali Abdullah Saleh. Dia sebagai orang selatan, ia tidak memiliki banyak dasar kekuasaan.

Maka, kolaborasi antara Bregadir Jenderal Ali Muhsir Al Ahmar, Shadiq Al Ahmar, Hamid Al-Ahmar, yang masih satu suku dan keluarga, nampaknya yang akan menentukan masa depan Yaman. (mh/tm)

BN cemas: Realiti PAS ganti Umno di ambang mata

Apakah bahayanya jika golongan profesional menguasai PAS?

Mengapa Utusan Malaysia dan akhbar arus perdana begitu takut dengan keputusan pemilihan perwakilan muktamar PAS ke-57? Apakah perubahan besar yang mereka jangka akan berlaku berikutan keputusan ini?

NONEBenarkah dalam muktamar PAS kali ini golongan ulama tewas? Tepatkah bacaan dan tafsiran yang dibuat oleh media arus perdana yang memang selama ini tidak pernah bersimpati kepada PAS dan kerabat Pakatan Rakyat itu?

Yang jelas, tafsiran dan analisis media arus perdana yang diketuai oleh Utusan Malaysia ini memang salah! Mungkin kesalahan ini berlaku kerana kejahilan atau niat sengaja untuk mencari-cari kelemahan dalam PAS dan Pakatan Rakyat.

Hakikatnya ialah, PAS memang sebuah parti yang bergerak berteraskan ajaran Islam. Maka setiap ahlinya secara langsung atau tidak harus melalui proses tarbiyah untuk bukan sahaja mengenali erti halal haram tetapi bagaimana menentukan keadilan kepada semua dalam tata-kelola negara dan masyarakat.

NONESebab itu, apabila Utusan dan Berita Harian membuat laporan kekalahan ulama dalam muktamar kali ini, ia menggambarkan kebebalan mereka memahami sejarah, ideologi perjuangan dan juga konsep politik yang diperjuangkan parti itu.

Menurut Datuk Husam Musa, seorang yang digelar profesional dan dikatakan condong kepada pemikiran Ketua Pembangkang, Datuk Seri Anwar Ibrahim, setiap pemimpin profesional yang dipilih menerajui PAS kali ini adalah anak didik ulama PAS sendiri.
Ulama kalah?
Oleh itu, tidak timbul soal ulama kalah dalam pemilihan kali ini. Sebaliknya, ulama yang menang. Pentarbiyahan ulama PAS sudah menampakkan hasilnya. Anak-anak muda yang dilatih dengan sejarah perjuangan PAS dan memiliki ijazah profesional kini menggalas tanggungjawab menjadikan PAS parti lebih dinamis dalam iklim politik Malaysia.

NONELantas apa yang dapat disimpulkan daripada laporan media arus perdana akan pemikiran pemimpin Umno, ahli-politik yang tercicir dalam sayembara siasah Malaysia dan media pencacai mereka ialah cemas, kalut dan sedih.

Nada cemas dan membuahkan reaksi kalut ini dapat diukur di segi betapa bercelarunya komen yang dikutip oleh akhbar-akhbar pro-Umno ini. Ada di kalangan pemimpin UImno yang meratapi anjakan yang dibuat oleh PAS kerana dikatakan tidak lagi memperjuangkan konsep negara Islam dan memilih moto negara berkebajikan.

Jika benar mereka ikhlas dalam memberi komen, maka kini barulah kita tahu bahawa mereka selama ini adalah pengkagum PAS yang mahu menegakkan negara Islam. Dan, kini mereka amat bersedih kerana PAS beranjak mahu negara berkebajikan. Salah seorang dari mereka dari golongan ini adalah Ketua Pemuda Umno, Khairy Jamaluddin.

NONERupa-rupanya Utusan dan pemimpin Umno berkenaan cuba belajar dari sejarah. Melihat kejayaan pejuang Islam mengambil alih pemerintahan Turki dari golongan sekular seperti Umno di Malaysia, mereka cuba melekatkan persepsi bahawa golongan ini di bawah payung pemikiran Anwar Ibrahim mahu mengambil alih pemerintahan negara daripada Umno yang sekular.

Mereka namakan golongan ini sebagai kumpulan Erdogan, sempena nama pemimpin gerakan Islam Turki hari ini.
Janda politik
Baiknya sudut pandangan ini ialah, Utusan dan pemimpin Umno berkenaan mengaku bahawa golongan sekular memang boleh ditundukkan seperti yang berlaku di Turki dan dalam iklim politik Malaysia yang sekular ialah Umno.

NONECuma cop kumpulan Erdogan ini digunakan untuk menakut-nakutkan orang Melayu yang belum celik perubahan sejarah, betapa Umno yang sekular akan tersungkur dalam pilihan raya umum akan datang.
Ada juga yang tiba-tiba menafsirkan pemilihan itu sebagai kejayaan DAP menyempurnakan penguasaannya terhadap parti berteraskan perjuangan Islam dan Melayu itu. Seorang yang mempunyai pemikiran liar begitu ialah, janda politik, yang menjadi wakil rakyat tetapi tidak mempunyai parti selepas diceraikan oleh PKR.

NONEEntah ilmu mantik apa yang digunakannya, kesimpulan beliau bahawa DAP kini sudah menguasai PAS ternyata ucapan seorang yang “meroyan”.
PAS dengan DAP kini merintis jalan mencari lebih banyak titik persamaan – menumbangkan Umno-BN – dan tidak timbul soal siapa menguasai siapa. Namun tidak sukar difahami pemikiran Zulkifli yang sempit kerana telah terlalu lama hidup bersendirian sebagai seorang “janda politik”.

ibrahim ali press conference at his home in taman melawatiMungkin dengan bercakap betapa PAS terlepas peluang pimpinan ulama, Zulkifli berharap ada ulama yang menaruh belas kasihan dan melamarnya untuk masuk PAS seperti Ibrahim Ali yang tidak berparti tetapi diambil PAS untuk menjadi anak angkat dan disokong bertanding pilihanraya umum ke-12 lalu. Namun bila golongan profesional memimpin PAS, peluang ini tertutup sama sekali. Kasihan Zulkifli si-janda politik.
Diterima di akhirat

Apa jua logik yang digunakan untuk menafsirkan pemilihan lebih ramai profesional dalam barisan pimpinan PAS itu, ternyata dibuat dari lubuk hati yang cemas dan menghasilkan komen yang kalut dan dangkal.
syed azidi syed abdul aziz kickdefella police pc 171008 02Pengkagum Umno, Syed Azidi Abdul Aziz yang menggunakan nama samaran Kickdefella dalam blognya, menyatakan bahawa bagi rakyat Malaysia beragama Islam, pertembungan PAS dan Umno pada masa hadapan bukan lagi untuk memilih syurga dan neraka di akhirat, tetapi syurga dan neraka di dunia mereka.

Jelas betapa sempitnya kefahaman Islam Kickdefella ini. Mungkin beliau tidak faham bahawa kebaikan dan keadilan yang dilaksanakan di dunia ini akan menentukan ganjaran apa yang diterima di akhirat. Sebab itu PAS mahu menegakkan negara berkebajikan untuk kebaikan umat di dunia demi mendapat ganjaran syurga di akhirat!

Sukar hendak pastikan pandangan insan sebegini sama ada ia bebal, jahil atau semata-mata kerana pintu hati sudah tertutup daripada mengenali kebenaran.

dr juanda jaya perlis muftiPandangan yang meragu-ragukan seumpama ini dikutip oleh Utusan daripada Mufti Perlis, Dr Juanda Jaya. Beliau dilaporkan sebagai mencabar PAS supaya segera menjelaskan pengertian negara berkebajikan dan tidak meninggalkan rakyat tertanya-tanya apakah pengertian negara Islam yang sebelum ini hendak diperjuangkan oleh PAS.
Penghinaan dayafikir Melayu-Islam

Jika benar itu yang dikatakan oleh Dr Juanda, maka ternyata beliau pun tidak jauh daripada kelompok Kickdefella. Cuma jika benar Dr Juanda berkata demikian, maka dia sendiri seharusnya tahu apa hukumnya iaitu, tugas seorang mufti seharusnya turut mengimarahkan konsep negara berkebajikan ke cuping telinga pemimpin-pemimpin Umno beragama Islam dan bukan cuba menanam kesangsian di kalangan rakyat mengenai konsep negara berkebajikan itu.

utusan on pas electionNamun Awang Selamat, jaguh Utusan, seperti biasa cuba melontarkan sudut pandang yang negatif terhadap sesiapa sahaja yang cuba mencabar Umno. Kini apabila PAS melangkah untuk membuktikan dinamisme politiknya, Utusan meratapi kekurangan bilangan kepemimpinan ulama dalam PAS.

Memang sikap hipokrit. Ini kerana apabila PAS dipimpin ulama, mudah bagi Utusan menggambarkan betapa ulama tidak arifnya kepemimpinan PAS dalam banyak hal tatakelola kerajaan dan isu antarabangsa.

Ini memang alur pemikiran umno. Jika rakyat terus dibebalkan dengan hiburan dan kemunduran ekonomi, ia beranggapan bahawa rakyat, khususnya melayu, akan terus bergantung harap kepada Umno untuk memelihara dan memperjuangkan nasib dan masa depan ekonomi mereka.

NONEMaka Utusan dan media pro-Umno menggunakan logik ini dalam menafsirkan apa yang berlaku dalam PAS. Ternyata andaian atau gagasan pemikiran ini salah, zalim. Malah ia satu penghinaan terhadap dayafikir orang Melayu-Islam yang membuat dalam keputusan memilih barisan pimpinan baru PAS.
Sebenarnya, apa yang ditakuti ialah golongan profesional Islam ini akan berhasil meneraju PAS diterima setiap lapisan rakyat Malaysia dan menggantikan Umno!

Sunday, 5 June 2011

Kita dan Politik

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQfzrCnZUKaO8uUI5H0CVovnImPCijdmrz9OI__JrnvGjUVSf-BDrgSeYQoJnmpxwiOShchhuEN85xUV5T2oAtYJjXhCpjEXL16xJvx0U8wd3HSxoZBZlrl7hwJKcPswF9wamUSzyznqM/s1600/parlimen-malaysia.jpg
 gambar hiasan
 
Terdapat sekumpulan manusia lain yang mengatakan  bahawa Ikhwanul Muslimin adalah merupakangerakan dakwah dan politik, yang berarti merupakan aktiviti politik yang  mempunyai  tujuan-tujuantertentu. Entah sampai bila umat Islam akan menghentikan prasangka-prasangka negatif  terhadap aktiviti temannya sendiri. Saya sendiri tidak mengerti, apa yang mempengaruhi pemikiran mereka sehingga mereka tetap memburuk sangka terhadap suatu aktibiti nyata ini. Lebih menghairankan lagi kerana mereka ini ternyata telah memilih alternatif yang didasari oleh sikap prejudis.

Wahai kaumku! Kami memanggil sekelian dengan membawa Al-Qur'an di tangan kanan kami dan Sunnah Rasul beserta teladan para sahabat di tangan kiri kami, kerana apa yang pernah dilakukan oleh orang-orang yang  terdahulu dari umat  ini menjadi ikutan kami. Kami menyeru kamu kembali kepada Islam, hukum-hukumnya, ajaran-ajarannya dan petunjuk-petunjuknya.  Apabila seruan ini diistilahkan sebagai politik, memang itu adalah politik kami. Dan  apabila  ada orang yang mengatakan seruan ini adalah merupakan prinsip-prinsip politik, maka kami katakan Alhamdulillah, berarti kami adalah orang  pertama  yang berkenalan dengan politik. Dan  apabila  kamu  tetap mengatakan ini sebagai kegiatan politik, maka katakanlah menurut kehendak kamu. Bagi kami, masalah nama blkan persoalan yang penting, yang paling penting pada suatu saat kebenaran pasti akan terbuka, dan tercapailah tujuan kami.

Wahai kaumku! Kamu janganlah tertipu oleh sebuah khayalan  (utopia), sehingga semuanya lari darikenyataan. Janganlah kamu tertipu oleh berbagai istilah, sehingga karnu meninggalkan seruan ini. Dan janganlah pula kamu terpengaruh oleh hal-hal yang kurang penting,  sehingga kamu meninggalkan yang paling penting. Itulah ciri khas politik kita dan kami tidak bermaksud mengganti istilah ini sehingga dapat membingungkan kamu semua.  Pimpinlah  orang-orang  lain supaya mereka melibatkan diri ke dalam kegiatan ini, dan kamu pasti akan mendapat pahala akhirat.


Petikan daripada : Kemana Kita Menyeru oleh Syeikh Hasan Al - Banna Rahimahullah

Pembangkang di Yaman Merayakan Kemenangan



Para aktivis muda hari Minggu , mereka merayakan apa yang mereka katakan adalah jatuhnya rejim Yaman yang dipimpin Presiden Ali Abdullah Saleh, setelah dia meninggalkan negara itu, dan pergi ke Arab Saudi.

"Hari ini, baru lahir Yaman," , teriak mereka. Mereka bernyanyi di Sanaa's University Square - dijuluki "Perubahan" Square - pusat gerakan protes anti-rezim yang berkobar melawan kekuasaan Saleh sejak Januari. "Rezim telah jatuh," teriak lainnya.

Di kota Yaman terbesar kedua Taez, sebuah titik nyala demonstrasi anti-rezim selatan Sanaa, ratusan juga merayakan kemenangan."Kebebasan .. Kebebasan, Ali telah melarikan diri", ujar mereka.

Presiden Ali Abdullah Saleh (69), mengalami luka-luka, akibat ledakan saat dia berdoa di sebuah masjid di dalam kompleks Istana Presiden pada Jumat. Kemudian, pemimpin Yaman itu diterbangkan ke Riyadh, Sabtu malam dengan menggunakan pesawat khusus, ujar seorang pejabat Saudi.

Presiden ali Abdullah Saleh berkuasa sejak tahun 1978, dan menolak tuntuntan mundur dari kalangan oposisi, dan mengatakan akan kembali ke Yaman, kata pejabat itu.

Pemimpin Yaman Saleh yang mengalami luka-luka itu diterbangkan dengan campaur tangan langsung dari pemerintah Saudi, dan langsung dibaah ke Riyadh dengan pesawat khusus Saudi dan langsung dibawa ke rumah sakit militer Riyadh. Sementara itu, pesawat kedua digunakan mengangkut keluarganya, dan sejumlah pejabat negeri yang menagalami luka akibat serangan oposisi, terutama kelompok suku Hashid yang memberontak dibawah Shadiq al Ahmar.

Kerusakan cukup parah yang dialami masjid di kompleks presiden Yaman Ali Abdullah Saleh di Sanaa, akibat serangan rudal dari para pejuang oposisi.

Putranya tertua Ahmad, komandan Garda Republik elit, tetap di Yaman. Pihak oposisi mengatakan Ahmad adalah bersiap-siap untuk mengambil alih kekuasaan ayahnya sebelum oposisi mengambil alih.
Ledakan di masjid istana kepresidenan menewaskan 11 orang dan melukai 124 lainnya, menurut sebuah tol resmi.

Presiden Ali Abdullah Saleh menderita "luka bakar dan goresan pada wajah dan dada," kata seorang pejabat. Sementara, pemimpin Partai yang berkuasa Partai Kongres Rakyat telah mengatakan ia hanya "luka ringan di bagian belakang kepala."

Di Sanaa, sumber istana presiden dikonfirmasi kepergian Saleh, yang secara konstitusi akan digantikan oleh Wakil Presiden Abdrabuh Mansur Hadi, nampak tidak hadir saat pemimpin Yaman itu meninggalkan bandara.

Sebuah sumber yang dekat dengan Syekh Shadiq mengatakan pemimpin suku yang kuat adalah "berkomitmen untuk gencatan senjata yang didasarkan pada upaya mediasi yang dipimpin oleh Raja Saudi Abdullah dan Putra Mahkota Sultan bin Abdul Aziz meskipun masih terus terjadi pertempuran" oleh pasukan Saleh.

Warga di Taez melaporkan penjarahan telah terjadi, dan pria bersenjata telah menyita bangunan umum menyusul penarikan oleh pasukan keamanan yang menewaskan sedikitnya 50 orang dalam tindakan keras terhadap para demonstran anti-Saleh pekan lalu. (mh/aljz)