KENALI PAS

Klik gambar untuk senarai artikel.

PRU13

Klik gambar untuk senarai artikel.

MANIFESTO

Klik gambar untuk senarai artikel.

FIKRAH

Klik gambar untuk senarai artikel.

TAHALUF SIYASI

Klik gambar untuk senarai artikel.

KALIMAH ALLAH

Klik gambar untuk senarai artikel..

Thursday, 27 October 2011

Riyadhus Salihin(Hadith ke-11 hingga 20)

Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang,

   Entri kali ini adalah sambungan kepada entri yang sebelumnya (Riyadhus Salihin,10 Hadith pertama).
   
  Hadith 11. Dari Abul Abbas, yaitu Abdullah bin Abbas bin Abdul Muththalib, radhiallahu'anhuma dari Rasulullah s.a.w. dalam suatu huraian yang diceritakan dari Tuhannya Tabaraka wa Ta'ala - Hadis semacam ini disebut Hadis Qudsi - bersabda:"Sesungguhnya Allah Ta'ala itu mencatat semua kebaikan dan keburukan, kemudian menerangkan yang sedemikian itu - yakni mana-mana yang termasuk hasanah(kebaikan) dan mana-mana yang termasuk sayyiah(kejahatan).


    Maka barangsiapa yang berkehendak mengerjakan kebaikan, kemudian tidak jadi melakukannya, maka dicatatlah oleh Allah yang Maha Suci dan Tinggi sebagai suatu kebaikan yang sempurna di sisiNya, dan barangsiapa berkehendak mengerjakan kebaikan itu kemudian jadi melakukannya, maka dicatatlah oleh Allah sebagai sepuluh kebaikan disisiNya, sampai menjadi tujuh ratus kali lipat, bahkan dapat sampai menjadi berganda-ganda yang amat banyak sekali.


   Selanjutnya barangsiapa yang berkehendak mengerjakan keburukan kemudian tidak jadi melakukannya maka dicatatlah oleh Allah Ta'ala sebagai suatu kebaikan yang sempurna di sisiNya dan barangsiapa yang
berkehendak mengerjakan keburukan itu kemudian jadi melakukannya, maka dicatatlah oleh Allah Ta'ala sebagai satu keburukan saja di sisiNya." (Muttafaq 'alaih)

Keterangan:


    Hadis di atas menunjukkan besarnya kerahmatan Allah Ta'ala kepada kita semua sebagai ummatnya Nabi Muhammad s.a.w. Renungkanlah wahai saudaraku. Semoga kami dan anda diberi taufik (pertolongan) oleh Allah hingga dapat menginsafi kebesaran belas-kasihan Allah dan fikirkanlah kata-kata ini.

   Ada perkataan Indahuu (bagiNya), inilah suatu tanda kesungguhan Allah dalam memperhatikannya itu. Juga ada perkataan kaamitah (sempurna), ini adalah untuk mengukuhkan ertinya dan sangat fokus padanya.
Dan Allah berfirman di dalam kejahatan yang disengaja (di-maksud) akan dilakukan, tetapi tidak jadi dilakukan, bagi Allah ditulis menjadi satu kebaikan yang sempurna dikukuhkan dengan kata-kata "sempurna". Dan kalau jadi dilakukan, ditulis oleh Allah "satu kejahatan saja" dikukuhkan dengan kata-kata "satu saja" untuk menunjukkan kesedikitannya, dan tidak dikukuhkan dengan kata-kata "sempurna".


   Maka bagi Allah segenap puji dan kurnia. Maha Suci Allah, tidak dapat kita menghitung pujian atasNya. Dan dengan Allah jualah adanya pertolongan.


   Hadith 12. Dari Abu Abdur Rahman, yaitu Abdullah bin Umar bin al-Khaththab radhiallahu 'anhuma, katanya: Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: "Ada tiga orang dari golongan orang-orang sebelummu sama berangkat bepergian, sehingga terpaksalah untuk menempati sebuah gua guna bermalam, kemudian merekapun memasukinya. Tiba-tiba jatuhlah sebuah batu besar dari gunung lalu menutup gua itu atas mereka. Mereka berkata bahwasanya tidak ada yang dapat menyelamatkan engkau semua dari batu besar ini melainkan jikalau engkau semua berdoa kepada Allah Ta'ala dengan menyebutkan perbuatanmu yang baik-baik.


     Seorang dari mereka itu berkata: "Ya Allah. Saya mempunyai dua orang tua yang sudah tua-tua serta lanjut usianya dan saya tidak pernah memberi minum kepada siapapun sebelum keduanya itu, baik kepada keluarga ataupun hamba sahaya. Kemudian pada suatu hari amat jauhlah saya mencari kayu - yang dimaksud daun-daunan untuk makanan ternak.

    Saya belum lagi pulang pada kedua orang tua itu sampai mereka tertidur. Selanjutnya saya pun terus memerah minuman untuk keduanya itu dan keduanya saya temui telah tidur. Saya enggan untuk membangunkan mereka ataupun memberikan minuman kepada seseorang sebelum keduanya, baik pada keluarga atau hamba sahaya. Seterusnya saya tetap dalam keadaan menantikan bangun mereka itu terus-menerus dan gelas itu tetap pula ditangan saya, sehingga fajar pun menyingsinglah, Anak-anak kecil sama menangis kerana kelaparan dan mereka ini ada di dekat kedua kaki saya. Selanjutnya setelah keduanya
bangun lalu mereka minum minumannya. Ya Allah, jikalau saya mengerjakan yang sedemikian itu dengan niat benar-benar mengharapkan keredhaanMu, maka lapanglah kesukaran yang sedang kita hadapi dari batu besar yang menutup ini." Batu besar itu tiba-tiba membuka sedikit, tetapi mereka belum lagi dapat keluar dari gua.


   Yang lain berkata: "Ya Allah, sesungguhnya saya mempunyai seorang anak saudara wanita - jadi sepupu wanita - yang merupakan orang yang tercinta bagiku dari sekalian manusia - dalam sebuah riwayat disebutkan: Saya mencintainya sebagai kecintaan orang-orang lelaki yang amat sangat kepada wanita - kemudian saya menginginkan dirinya, tetapi ia menolak kehendakku itu, sehingga pada suatu tahun ia memperoleh kesukaran. lapun mendatangi tempatku, lalu saya memberikan seratus duapuluh dinar padanya dengan syarat ia suka menyendiri antara tubuhnya dan antara tubuhku -maksudnya suka dikumpuli dalam
seketiduran. Ia berjanji sedemikian itu. Setelah saya dapat menguasai dirinya - dalam sebuah
riwayat lain disebutkan: Setelah saya dapat duduk di antara kedua kakinya - sepupuku itu lalu berkata: "Takutlah engkau pada Allah dan jangan membuka cincin - maksudnya cincin di sini adalah kemaluan, maka maksudnya ialah jangan melenyapkan kegadisanku ini - melainkan dengan haknya - yakni dengan perkawinan yang sah -, lalu sayapun meninggalkannya, sedangkan ia adalah yang amat tercinta bagiku dari seluruh manusia dan emas yang saya berikan itu saya biarkan dimilikinya.
 Ya Allah, jikalau saya mengerjakan yang sedemikian dengan niat untuk mengharapkan keredhaanMu, maka lapangkanlah kesukaran yang sedang kita hadapi ini." Batu besar itu kemudian membuka lagi, hanya saja
mereka masih juga belum dapat keluar dari dalamnya.


    Orang yang ketiga lalu berkata: "Ya Allah, saya mengupah beberapa kaum buruh dan semuanya telah kuberikan upahnya masing-masing, kecuali seorang lelaki. Ia meninggalkan upahnya dan terus pergi. Upahnya itu saya perkembangkan sehingga bertambah banyaklah hartanya tadi. Sesudah beberapa waktu, pada suatu hari ia mendatangi saya, kemudian berkata: Hai hamba Allah, tunaikanlah sekarang upahku yang dulu itu. Saya berkata: Semua yang engkau lihat ini adalah berasal dari hasil upahmu itu, baik yang berupa unta, lembu
dan kambing dan juga hamba sahaya. Ia berkata: Hai hamba Allah, janganlah engkau memperolok-olokkan aku. Saya menjawab: Saya tidak memperolok-olokkan engkau. Kemudian orang itupun mengambil segala yang dimilikinya. Semua diambil dan tidak seekorpun yang ditinggalkan. Ya Allah, jikalau saya mengerjakan yang sedemikian ini dengan niat mengharapkan keredhaanMu, maka lapangkanlah kita dari kesukaran yang
sedang kita hadapi ini." Batu besar itu lalu membuka lagi dan merekapun keluar dari gua itu. (Muttafaq 'alaih)


Keterangan:
    Ada beberapa kandungan yang penting-penting dalam Hadis di atas, iaitu:


  (a) Kita disunnahkan berdoa kepada Allah di kala kita sedang dalam keadaan yang sulit, misalnya mendapatkan malapetaka, kekurangan rezeki dalam kehidupan,sedang sakit dan lain-lain.

  (b) Kita disunnahkan bertawassul dengan amal perbuatan kita sendiri yang soleh, agar kesulitan itu segera lenyap dan diganti dengan kelapangan oleh Allah Ta'ala. Bertawassul ertinya membuat perantaraan dengan amal soleh itu, agar permohonan kita dikabulkan olehNya. Bertawassul dengan cara seperti ini tidak ada seorang ulamapun yang tidak membolehkan. Jadi beliau-beliau itu sependapat tentang bolehnya.Juga tidak diperselisihkan oleh para alim-ulama perihal bolehnya bertawassul dengan orang soleh yang masih hidup, sebagai-mana yang dilakukan oleh Sayidina Umar r.a. dengan bertawassul kepada Sayidina Abbas, agar hujan segera diturunkan.


   Yang diperselisihkan ialah jikalau kita bertawassul dengan orang-orang soleh yang sudah wafat, maksudnya kita memohonkan sesuatu kepada Allah Ta'ala dengan perantaraan beliau-beliau yang sudah di dalam kubur agar ikut membantu memohonkan supaya doa kita dikabulkan. Sebagian alim-ulama ada yang membolehkan dan sebagian lagi tidak membolehkan.

   Jadi bukan orang-orang soleh itu yang dimohoni, tetapi yang dimohoni tetap AllahTa'ala jua, tetapi beliau-beliau dimohon untuk ikut membantu mendoakan saja. Kalau yang dimohoni itu orang-orang yang sudah mati, sekalipun bagaimana juga solehhnya, semua alim-ulama Islam sependapat bahawa perbuatan sedemikian itu haram hukumnya. Sebab hal itu termasuk syirik atau menyekutukan sesuatu dengan Allah Ta'ala yang Maha Kuasa Mengabulkan segala permohonan.

   Namun demikian hal-hal seperti di atas hanya merupakan soal-soal furu'iyah (bukan akidah pokok), maka jangan hendaknya menyebabkan retaknya persatuan kita kaum Muslimin.


BAB 2 : KITAB TAUBAT

    Para alim-ulama berkata: "Mengerjakan taubat itu hukumnya wajib dari segala macam dosa. Jikalau kemaksiatan itu terjadi antara seseorang hamba dan antara Allah Ta'ala saja, yakni tidak ada hubungannya dengan hak seseorang manusia yang lain, maka untuk bertaubat itu harus menetapi tiga macam syarat, yaitu: Pertama hendaklah menghentikan sama sekali-seketika itu juga -dari kemaksiatan yang dilakukan, kedua ialah supaya merasa menyesal kerana telah melakukan kemaksiatan tadi dan ketiga supaya berniat tidak akan kembali mengulangi perbuatan maksiat itu untuk selama-lamanya. Jikalau salah satu dari tiga syarat tersebut di
atas itu ada yang ketinggalan maka tidak sahlah taubatnya.

    Apabila kemaksiatan itu ada hubungannya dengan sesama manusia, maka syarat-syaratnya itu ada empat macam, yaitu tiga syarat yang tersebut di atas dan keempatnya ialah supaya melepas-kan tanggungan itu dari hak kawannya. Maka jikalau tanggungan itu berupa harta atau yang semisal dengan itu, maka wajiblah mengembalikannya kepada yang berhak tadi, jikalau berupa dakwaan zina atau yang semisal dengan itu, maka hendaklah mencabut dakwaan tadi dari orang yang didakwakan atau meminta saja pengampunan
daripada kawannya dan jikalau merupakan pengumpatan, maka hendaklah meminta penghalalan yakni pemaafan dari umpatannya itu kepada orang yang diumpat olehnya.


   Seseorang itu wajiblah bertaubat dari segala macam dosa, tetapi jikalau seseorang itu bertaubat dari sebagian dosanya, maka taubatnya itupun sah dari dosa yang dimaksudkan itu, demikian pendapat para alim-ulama yang termasuk golongan ahlulhaq, namun saja dosa-dosa yang lain-lainnya masih tetap ada dan tertinggal - yakni belum lagi ditaubati. Sudah jelaslah dalil-dalil yang tercantum dalam Kitabullah, Sunnah Rasulullah s.a.w. serta ijma' seluruh ummat perihal wajibnya mengerjakan taubat itu.

Allah Ta'ala berfirman: 
"Dan bertaubatlah engkau semua kepada Allah, hai sekalian orang Mu'min, supaya engkau semua memperoleh kebahagiaan." (an-Nur: 31)

Allah Ta'ala berfirman lagi:
"Mohon ampunlah kepada Tuhanmu semua dan bertaubatlah kepadaNya." (Hud: 3)

Dan lagi firmanNya:
"Hai sekalian orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang nashuha - yakni yang sebenar-benarnya." (at-Tahrim: 8)


Keterangan:
  Taubat nashuha itu wajib dilakukan dengan memenuhi tiga macam syarat sebagaimana di bawah ini, yaitu:

  (a) Semua hal-hal yang mengakibatkan diterapi siksa, kerana berupa perbuatan yang dosa jika dikerjakan, wajib ditinggalkan secara sekaligus dan tidak diulangi lagi.
  
   (b) Bertekad bulat dan teguh untuk memurnikan serta membersihkan diri sendiri dari semua perkara dosa tadi tanpa bimbang dan ragu-ragu.


   (c) Segala perbuatannya jangan dicampuri apa-apa yang mungkin dapat mengotori atau sebab-sebab yang menjurus ke arah dapat merusakkan taubatnya itu.

    Hadith 13. Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: "Demi Allah, sesungguhnya saya itu nescayalah memohonkan pengampunan kepada Allah serta bertaubat kepadaNya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali." (Riwayat Bukhari)

   Hadith 14. Dari Aghar bin Yasar al-Muzani r.a. katanya: Rasulullah s.a.w. bersabda: "Hai sekalian manusia, bertaubatlah kepada Allah dan mohonlah pengampunan daripadaNya, kerana sesungguhnya saya ini bertaubat dalam sehari seratus kali." (Riwayat Muslim)

   Hadith 15. Dari Abu Hamzah yaitu Anas bin Malik al-Anshari r.a., pelayan Rasulullah s.a.w.,katanya: Rasulullah s.a.w. bersabda: "Nescayalah Allah itu lebih gembira dengan taubat hambaNya daripada gembiranya seseorang dari engkau semua yang jatuh di atas untanya dan oleh Allah ia disesatkan di
suatu tanah yang luas." (Muttafaq 'alaih)

  Dalam riwayat Muslim disebutkan demikian: "Nescayalah Allah itu lebih gembira dengan taubat hambaNya ketika ia bertaubat kepadaNya daripada gembiranya seseorang dari engkau semua yang berada di atas kendaraannya - yang dimaksud ialah untanya - dan berada di suatu tanah yang luas, kemudian menyingkirkan kendaraannya itu dari dirinya, sedangkan di situ ada makanan dan minumannya. Orang tadi lalu berputus-asa. Kemudian ia mendatangi sebuah pohon terus tidur berbaring di bawah naungannya, sedang hatinya sudah berputus asa sama sekali dari kendaraannya tersebut. Tiba-tiba di kala ia berkeadaan sebagaimana di atas itu,
kendaraannya itu tampak berdiri di sisinya, lalu ia mengambil ikatnya. Oleh sebab sangat gembiranya maka ia berkata: "Ya Allah, Engkau adalah hambaku dan aku adalah TuhanMu". Ia menjadi salah ucapannya kerana amat gembiranya."


Keterangan:
  
   Jadi kegembiraan Allah Ta'ala di kala mengetahui ada hambaNya yang bertaubat itu adalah lebih sangat dari kegembiraan orang yang tersebut dalam cerita di atas itu.

    Hadith 16. Dari Abu Musa Abdullah bin Qais al-Asy'ari r.a., dari Nabi s.a.w., sabdanya: "Sesungguhnya Allah Ta'ala itu mendedahkan tanganNya - yakni kerahmatanNya -di waktu malam untuk menerima taubatnya orang yang berbuat kesalahan di waktu siang dan juga membeberkan tanganNya di waktu siang untuk menerima taubatnya orang yang berbuat kesalahan di waktu malam. Demikian ini terus menerus sampai terbitnya matahari dari arah barat - yakni di saat hamper tibanya hari kiamat, kerana setelah ini terjadi, tidak
diterima lagi taubatnya seseorang." (Riwayat Muslim)

  Hadith 17. Dari Abu Hurairah r.a., katanya: Rasulullah s.a.w. bersabda: "Barangsiapa bertaubat sebelum matahari terbit dari arah barat, maka Allah menerima taubatnya orang itu." (Riwayat Muslim)

Keterangan:
   Huraian dalam Hadis di atas sesuai dengan firman Allah dalam al-Quran al-Karim, surat Nisa', ayat 18 yang berbunyi: "Taubat itu tidaklah diterima bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan, sehingga di kala
salah seorang dari mereka itu telah didatangi kematian - sudah dekat ajalnya dan ruhnya sudah di
kerongkongan - tiba-tiba ia mengatakan: "Aku sekarang bertaubat."

    Hadith 18. Dari Abu Abdur Rahman yaitu Abdullah bin Umar bin al-Khaththab radhiallahu 'anhuma dari Nabi s.a.w., sabdanya: "Sesungguhnya Allah 'Azzawajalla itu menerima taubatnya seseorang hamba selama
rohnya belum sampai di kerongkongnya - yakni ketika akan meninggal dunia."Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan.


  Hadith 19.Dari Zir bin Hubaisy, katanya: "Saya mendatangi Shafwan bin 'Assal r.a. perlu menanyakan soal mengusap dua buah sepatu khuf (but). Shafwan berkata: "Apakah yang menyebabkan engkau datang ini, hai Zir?" Saya menjawab: "Kerana ingin mencari ilmu pengetahuan." Ia berkata lagi: "Sesungguhnya para malaikat itu sama meletakkan sayapsayapnya - yakni berhenti terbang dan ingin pula mendengarkan ilmu atau kerana tunduk menghormat - kepada Orang yang menuntut ilmu, kerana ridha dengan apa yang dicarinya."

   Saya berkata: "Sebenarnya saya sudah tergerak dalam hatiku akan mengusap di atas dua buah sepatu khuf itu sehabis buang air besar atau kecil. Engkau adalah termasuk salah seorang sahabat Nabi s.a.w., maka dari itu saya datang ini untuk menanyakannya kepadamu. Apakah engkau pernah mendengar beliau s.a.w. menyebutkan persoalan mengusap sepatu khuf itu daripadanya?" Shafwan menjawab: "Ia pernah. Rasulullah s.a.w. menyuruh kita semua, jikalau kita sedang dalam bepergian,supaya kita jangan melepaskan sepatu khuf kita selama tiga hari dengan malamnya sekali, kecuali jikalau kita terkena janabah, tetapi kalau hanya kerana membuang air besar atau kecil atau kerana sehabis tidur, bolehlah tidak usah dilepaskan."


    Saya berkata lagi: "Apakah engkau pernah mendengar beliau s.a.w. menyebutkan persoalan cinta?" Dia menjawab: "Ya pernah. Pada suatu ketika kita bersama dengan Rasulullah s.a.w. dalam bepergian. Di kala kita berada di sisinya itu, tiba-tiba ada seorang a'rab (orang Arab dari pegunungan) memanggil beliau itu dengan suara yang keras sekali, katanya: "Hai Muhammad." Rasulullah s.a.w. menjawabnya dengan suara yang sekeras suaranya itu pula: "Mari kemari". Saya berkata pada orang a'rab tadi: "Celaka engkau ini, perlahankanlah suaramu, sebab engkau ini benar-benar ada di sisi Nabi s.a.w.,sedangkan aku dilarang semacam ini - yakni bersuara keras-keras di hadapannya-. "Orang a'rab itu berkata: "Demi Allah, saya tidak akan memperlahankan suaraku." Kemudian ia berkata kepada Nabi s.a.w.: "Ada orang mencintai sesuatu golongan, tetapi ia tidak dapat menyamai mereka - dalam hal amal perbuatannya serta cara mencari kesempurnaan kehidupan dunia dan akhiratnya. Nabi s.a.w. menjawab: "Seseorang itu dapat menyertai orang yang dicinta olehnya besok pada hari kiamat." Tidak henti-hentinya beliau memberitahukan apa saja kepada kita, sehingga akhirnya menyebutkan bahwa di arah barat itu ada sebuah pintu yang perjalanan luasnya yakni sekiranya seseorang yang berkendaraan berjalan hendak menempuh jarak luasnya itu, maka jarak antara dua hujung pintu tadi adalah sejauh empat puluh atau tujuh puluh tahun."

    Salah seorang yang meriwayatkan Hadis ini yaitu Sufyan mengatakan: "Di arah Syam pintu itu dijadikan oleh Allah Ta'ala sejak hari Dia menciptakan semua langit dan bumi, senantiasa terbuka untuk taubat, tidak pernah ditutup sehingga terbitlah matahari dari sebelah barat yakni dari dalam pintu tadi."
Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan lain-lainnya dan Imam Termidzi mengatakan bahwa Hadis ini adalah hasan shahih.

    Hadith 20. Dari Abu Said, yaitu Sa'ad bin Sinan al-Khudri r.a. bahwasanya Nabiullah s.a.w. bersabda:
"Ada seorang lelaki dari golongan ummat yang sebelummu telah membunuh sembilan puluh sembilan manusia, kemudian ia menanyakan tentang orang yang teralim dari penduduk bumi, ialu ia ditunjukkan pada seorang pendeta. lapun mendatanginya dan selanjutnya berkata bahwa sesungguhnya ia telah membunuh sembilan puluh sembilan manusia, apakah masih diterima untuk bertaubat. Pendeta itu menjawab: "Tidak dapat."

   Kemudian pendeta itu dibunuhnya sekali dan dengan demikian ia telah menyempurnakan jumlah seratus dengan ditambah seorang lagi itu. Lalu ia bertanya lagi tentang orang yang teralim dari penduduk bumi, kemudian ditunjukkan pada seorang yang alim, selanjutnya ia mengatakan bahwa sesungguhnya ia telah membunuh seratus manusia,apakah masi'h diterima taubatnya. Orang alim itu menjawab: "Ya, masih dapat. Siapa yang dapat menghalang-halangi antara dirinya dengan taubat itu. Pergilah engkau ke tanah begini-begini, sebab di situ ada beberapa kelompok manusia yang sama menyembah Allah Ta'ala, maka sembahlah engkau kepada Allah itu bersama-sama dengan mereka dan janganlah engkau kembali ke tanahmu sendiri, sebab tanahmu adalah negeri yang buruk."


   Orang itu terus pergi sehingga di waktu ia telah sampai separuh perjalanan, tiba-tiba ia didatangi oleh kematian. Kemudian bertengkarlah untuk mempersoalkan diri orang tadi malaikat kerahmatan dan malaikat seksaan - yakni yang bertugas memberikan kerahmatan dan bertugas memberikan seksa, malaikat kerahmatan berkata: "Orang ini telah datang untuk bertaubat sambil menghadapkan hatinya kepada Allah Ta'ala." Malaikat seksaan berkata: "Bahawasanya orang ini samasekali belum pernah melakukan kebaikan sedikitpun."
Selanjutnya ada seorang malaikat yang mendatangi mereka dalam bentuk seorang manusia, lalu ia dijadikan sebagai pemisah antara malaikat-malaikat yang berselisih tadi, yakni dijadikan hakim pemutusnya - untuk menetapkan mana yang benar. Ia berkata: "Ukurlah olehmu semua antara dua tempat di bumi itu, ke mana ia lebih dekat letaknya, maka orang ini adalah untuknya - maksudnya jikalau lebih dekat ke arah bumi yang dituju untuk melaksanakan taubatnya, maka ia adalah milik malaikat kerahmatan dan jikalau lebih dekat dengan bumi asalnya maka ia adalah milik malaikat seksaan." Malaikat-malaikat itu mengukur, kemudian didapatinya bahwa orang tersebut adalah lebih dekat kepada bumi yang dikehendaki -yakni yang dituju untuk melaksanakan taubatnya. 

   Oleh sebab itu maka ia dijemputlah oleh malaikat kerahmatan." (Muttafaq 'alaih)

   Dalam sebuah riwayat yang shahih disebutkan demikian: "Orang tersebut lebih dekat sejauh sejengkal saja pada pedesaan yang baik itu - yakni yang hendak didatangi, maka dijadikanlah ia termasuk golongan penduduknya."


  Dalam riwayat lain yang sohih pula disebutkan: Allah Ta'ala lalu mewahyukan kepada tanah yang ini - tempat asalnya - supaya engkau menjauh dan kepada tanah yang ini - tempat yang hendak dituju - supaya engkau mendekat - maksudnya supaya tanah asalnya itu memanjang sehingga kalau diukur akan menjadi jauh, sedang tanah yang dituju itu menyusut sehingga kalau diukur menjadi dekat jaraknya. Kemudian firmanNya: "Ukurlah antara keduanya." Malaikat-malaikat itu mendapatkannya bahwa kepada yang ini -yang dituju - adalah lebih dekat sejauh sejengkal saja jaraknva. Maka orang itupun diampunilah dosa-dosanya."


  Dalam riwayat lain lagi disebutkan: "Orang tersebut bergerak - amat susah payah kerana hendak mati - dengan dadanya ke arah tempat yang dituju itu." 

Keterangan:

    Huraian Hadis  ini menjelaskan perihal lebih utamanya berilmu pengetahuan dalam selok-belok agama, apabila dibandingkan dengan terus beribadat tanpa mengetahui bagaimana yang semestinya dilakukan. Juga menjelaskan perihal keutamaan 'uzlah atau mengasingkan diri di saat keadaan zaman sudah boleh dikatakan rosak binasa dan kemaksiatan serta kemungkaran merajalela di mana-mana.

Tuesday, 25 October 2011

Objektif dan Tentatif Ijtimak Tarbawi 2011


Ijtima' Tarbawi Pemuda PAS
Peringkat Kebangsaan 2011

Tempat : KUIZM Taman Melewar.

Tema : 
Mantapkan Tarbiyah Menangi Pilihanraya

OBJEKTIF 


1- Membentuk jundi dan qiadi PAS yang mempunyai fikrah perjuangan Islam.

2- Melahirkan pemuda PAS yang memiliki ciri-ciri ROS (Responsif, Optimis, Sensitif).

3- Sebagai satu medan untuk meningkatkan kesedaran & komitmen ahli terhadap gerakkerja DPP.

4- Meningkatkan kebersamaan dan perasaan ‘sense of belonging’ terhadap DPPM.

5- Merapatkan ukhuwah ahli DPPM serta mewujudkan wehadatul fikr dan wehdatul ‘amal.

6- Motivasi gerakkerja pilihanraya sebagai satu kewajipan



TENTATIF

Hari Pertama : 28 Oktober 2011 - Jumaat

________________________

3.00 - 4.00 pm : Pendaftaran peserta

4.20 - 5.00 pm : Solat Asar dan Al Mathurat

5.15 - 5.45 pm : Taklimat program oleh Pengarah Akademi Tarbiyah

5.50 - 6.30 pm : Urus dan Hemat diri

6.35 - 7.10 pm : Tafakkur dan Munajat

7.15 - 7.30 pm : Solat Maghrib berjamaah

7.35 - 8.30 pm : Perasmian :

Oleh: Al Fadhil Tuan Guru Dato' Bentara Setia Nik Abdul Aziz Nik Mat
Mursyidul Aam PAS

8.40 - 8.55 pm : Solat Isyak berjamaah

9.00 - 9.30 pm : Makan Malam

9.40 - 11.40 pm : Pidato Tarbawi

Ustaz Nik Mohd Abduh Nik Abdul Aziz 
Ustaz Nasrudin bin Hassan
Syeikh Ahmad Najjar [ dari HAMAS Palestine ]

Yb Hj Salahudin bin Ayub


12.00 am : Program ditangguhkan dan tidur

HARI KEDUA 29 OKTOBER 2011 - sabtu

____________________________

4.30 - 5.10 am : Qiamullail dan munajat

5.30 - 6.00 am : Solat Subuh berjamaah dan Al Mathurat

6.10 - 6.50 am : Kuliah ar Ruuhiyah:
Oleh: al Fadhil Tuan Guru Dato' Tuan Ibrahim Tuan Man

7.00 - 8.00 am : Khidmat Diri dan Sarapan Pagi

8.30 - 9.20 am : Taujihat Amal Tarbawi 1:
Oleh: Dr. Mahdi Akif mantan Mursyidul Aam Ikhwanul Muslimeen

9.30 - 10.20 am : Rehat

10.30 - 11.45 am : Pembentangan Kertas Kerja 1: PAS dan Tahaluf Siyasi
Pembentang : Ustaz Dr. Khairudin Aman Razali at Takiri
Pengerusi : Ust Syed Abdul Kader

12.00 - 12.50 pm : Makan Tengahari

1.00 - 1.20 pm : Solat Zuhur berjamaah.

2.00 - 3.30 pm : Forum Tarbawi: Masa Depan Perjuangan PAS dalam Landskap Politik Semasa

Ahli Panel :

Dato' Mustafa Ali
Ustaz Dato' Abu Bakar Chik
Moderator: Dr. Aminurrasyid Yatiban

4.30 - 5.10 pm : Solat Asar berjamaah dan Al Mathurat

5.15 - 6.10 pm : Bina jaringan Ukhuwwah

6.15 - 7.10 pm : Rehat dan Makan Malam

7.15 - 7.30 pm : Solat Maghrib berjamaah

7.35 - 8.35 pm : Kuliah Khas : PAS dan Ijtihad Politik

Oleh : al Fadhil Yb. Ustaz Nasharudin bin Mat Isa
[ Ahli Majlis Syura Ulama' ]

8.40 - 9.00 : Solat Isyak berjamaah

9.15 - 11.45 pm : Ceramah Pentas Pemuda

Penceramah:

Tuan Haji Muhammad bin Sabu - Timbalan Presiden PAS Pusat
Dr. Kamal Al Helbawi dari Ikhwanul Muslimin Mesir
Yb. Dato' Mahfuz Umar - Naib Presiden PAS
Ustazah Siti Zailah - Ketua Muslimat PAS Malaysia
Ustaz Nasrudin bin Hassan Tantawi (Ketua Pemuda DPPM) - Alu-aluan
Ustaz Riduan Mohamad Nor (ketua Penerangan DPPM) - Pengerusi

12.00am : Program ditangguhkan

HARI KETIGA 30 OKTOBER 2011 - ahad

_____________________________

4.30 - 5.40 am : Qiamullail dan munajat

5.50 - 6.30 am : Solat Subuh berjamaah dan al Mathurat

6.35 - 7.20 am : Kuliah Ar Ruuhiyah 2:
Oleh : Ustaz Idris Ahmad [Pengerusi Lajnah Tarbiyah PAS Pusat]

7.30 - 8.30 am : Khidmat Diri dan Sarapan pagi

9.00 - 10.00 am : Wacana Khas Pemuda :
Tajuk : Pemuda PAS Memimpin Kebangkitan Anak Muda

oleh :
Ust Nasrudin  HassanTantawi
Ust Nik Mohd Abduh Nik Abdul Aziz 
Dr. Raja Iskandar al Hiss


10. 05 - 11.00 am : Rehat

11.05 am - 12.35 pm : Talaqqi Surah As Saff . vol 1
oleh YB. Dato' Seri Tuan Guru Hj Abdul Hadi Awang

12.40 - 1.30 pm : Makan Tengahari dan Solat Zuhur berjamaah

1.40 - 3.30 pm : Talaqqi Surah As Saff . vol 2
oleh Yb. Dato' Seri Tuan Guru Hj Abdul Hadi Awang

3.40 - 4.40 pm : Perasmian Penutup: 

oleh :
Ustaz Nasrudin Hassan Tantawi , 
Ustaz Nik Abduh Nik Abdul Aziz 
Dr. Raja Ahmad Iskandar al Hiss 
Sany Hamzan [Pengarah JPP DPPM ]

4.45 pm . Solat Asar berjamaah, Al Mathurat , Doa Wehdah dan Bersurai

Tuesday, 9 August 2011

Jiwa bersih lahir kerja kualiti



Saya baru berkesempatan mengikuti sesi pengajian kitab Bidayatul Hidayah di Kompleks Kota Darul Naim pada hari Khamis lalu. Sebenarnya pengajian kitab ini pada setiap hari Khamis sudah bermula semenjak awal tahun ini dan dibuka untuk kakitangan Kompleks Kota Darul Naim, cuma dikejar oleh kepadatan jadual kerja, saya hanya sempat meluangkan masa bersama-sama kakitangan menadah kitab ini pada hari Khamis lalu. Alhamdulillah, kuliah yang disampaikan oleh Timbalan Mufti Negeri Kelantan, Yang Berhormat Dato’ Haji Nik Abdul Kadir bin Haji Nik Muhammad itu saya lihat sangat baik dan bermanfaat terutamanya ke arah melahirkan kakitangan kerajaan yang mempunyai jiwa yang bersih.


Tasauf sebenarnya tidak asing di dalam Islam. Namun mungkin kerana masyarakat disibukkan dengan soal-soal fiqh, sehingga kadang-kadang terlepas pandang tentang kepentingan penyucian jiwa. Sedangkan selalunya iman iaitu amalan hati disebut terlebih dahulu sebelum amal yang merupakan amalan anggota fizikal.

Firman Allah SWT :
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ إِنَّا لَا نُضِيعُ أَجْرَ مَنْ أَحْسَنَ عَمَلًا

Yang bermaksud : Sesungguhnya mereka yang beriman dan beramal saleh, tentulah kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjakan amalan(nya) dengan yang baik. – Surah al-Kahfi, ayat 30

Ayat di atas jelas sekali meletakkan bahawa beriman dan beramal soleh merupakan dua syarat yang perlu ada untuk seseorang itu diberikan ganjaran yang baik oleh Allah SWT. Bahkan betapa pentingnya iman yang merupakan gerak kerja hati, ia diletakkan lebih dahulu daripada amal. Di dalam hadis, Rasulullah SAW pernah menerangkan persoalan ihsan yang juga merupakan gerak kerja hati. Sabda Baginda SAW tentang ihsan sewaktu ditanya oleh Jibril yang datang menyerupai seorang lelaki :

أن تعبد الله كأنك تراه فإن لم تكن تراه فإنه يراك

Yang bermaksud : Kamu mengabdikan diri kepada Allah seolah-olah kamu melihat Allah, dan jika tidak (mampu membayangkan) kamu melihatnya, maka (ketahuilah) Dia melihatmu.



Justeru selagi mana roh bercampur baur dengan jasad, maka selagi itulah pengajian tasauf tidak boleh dipisahkan dengan pengajian fiqh. Bukan tidak penting berbincang tentang soal sah batal solat dan sebagainya, tetapi penting juga untuk turut dibincangkan persoalan hati yang bersih bagi memastikan amalan diterima oleh Allah SWT. Hati yang bersih sahaja yang akan menerima hidayah daripada Allah SWT. Khususnya di bulan Ramadhan ini yang disebut sebagai bulan hidayah, sekalipun hidayah datang mencurah-curah, jika tidak ditadah dengan hati yang bersih, ia tidak akan memberikan apa-apa manfaat. Umpama hujan yang turun dengan lebat dari langit, tetapi jika tidak ditadah dengan bekas atau tempayan, ia hanya akan berlalu begitu sahaja.

Oleh yang demikian, apabila pengajian tasauf dimulakan di dalam kompleks Kota Darul Naim semenjak awal tahun ini, saya sungguh-sungguh merasa gembira. Sekalipun saya rasa sudah terlewat sebenarnya pengajian ini dimulakan dengan usia kerajaan Kelantan di bawah dasar Membangun Bersama Islam yang mencecah 21 tahun pada tahun ini, saya tetap gembira dengan perkembangan positif ini. Hakikatnya, di luar pagar komples Kota Darul Naim, pengajian tasauf sudah diajar di pondok-pondok begitu lama. Tok Kenali atau nama sebenarnya Muhammad Yusuf bin Ahmad yang meninggal dunia pada tahun 1933 juga terkenal sebagai seorang tokguru tasauf. Saya amat berterima kasih kepada seluruh tuan-tuan guru pondok samada yang telah pergi atau yang masih ada bersama kita yang tidak jemu-jemu mengajar persoalan dosa pahala syurga neraka kepada rakyat Kelantan. Hasilnya, hari ini, rakyat Kelantan dikenali sebagai masyarakat beragama yang tidak senang digugat dengan gelombang jahiliyyah. Apa-apa dasar dan pelaksanaan yang selari dengan syariat Islam yang cuba diperkenalkan oelh kerajaan negeri Kelantan diterim baik oleh masyarakat kerana mereka sudah diajar oleh tuan-tuan guru pondok begitu lama. Tinggal lagi untuk mempraktikkannya di dalam kerangka undang-undang. Semoga Allah mengurniakan mereka dengan sebaik-baik ganjaran.

Hari ini, dasar Membangun Bersama Islam di Kelantan diterima dengan baik oleh rakyat. Tidak ada sebarang masalah yang timbul sekalipun dulu ramai yang melabel bahawa Islam tidak boleh memerintah. Jika adapun sedikit gangguan hanyalah ibarat nyamuk yang berdesing di luar kelambu termasuklah usaha untuk menyaman kerajaan negeri ekoran isu judi beberapa minggu lepas. Saya anggap saman ini hanyalah satu usaha untuk mengacau keharmonian rakyat Kelantan. Jika diturutkan hati, ingin saja saya perkenalkan dasar Membangun Bersama Islam dan Iman, kerana iman itulah yang berkait rapat dengan hati. Namun, bimbang nanti disalahfaham oleh golongan-golongan tertentu, saya mengira setakat ini cukup sekadar kita menyebut Membangun Bersama Islam. Itupun ada yang berpura-pura tidak faham lantas menyerang kita dari pelbagai sudut.

Apapun saya berharap semoga pengajian tasauf seperti ini berterusan sehingga berjaya melahirkan golongan pekerja yang bersih jiwanya. Saya percaya, kebersihan jiwa ini yang melahirkan kerja yang berkualiti. Dalam erti kata lain, bersih jiwa bersih amalan, insya-allah. Inilah yang menggembirakan hati saya sebagai seorang yang diberikan amanah oleh Allah SWT menerajui pentadbiran negeri Kelantan. Saya mengharapkan agar apa yang dilakukan ini menjadi ganjaran yang baik di sisi Allah SWT sebagai bekalan untuk menghadapNya kelak, insya-Allah.

NIK ABDUL AZIZ BIN NIK MAT,
Menteri Besar Kelantan

Sunday, 12 June 2011

Parti Ikhwan Akan Jalin Hubungan dengan Partai Liberal dan Kiri Mesir



Ikhwanul Muslimin berusaha untuk membangun aliansi besar-besaran dengan partai liberal dan kiri untuk pemilihan parlemen yang dijadwalkan September mendatang, kata Issam al-Arian, wakil presiden Partai Kebebasan dan Keadilan pada hari Jumat lalu.

Pada konferensi yang diadakan di Delta, Arian mengatakan partainya tidak berencana untuk mencapai mayoritas di parlemen, dan hanya berusaha merebut 30-35 kursi jika pemilu berjalan secara independeni.

Erian mengatakan pihaknya ingin membentuk aliansi yang mencakup semua kekuatan politik, seperti kaum liberal, partai baru dan lama, serta kaum kiri dan Islam. Ia mengatakan ini akan membantu menghasilkan kriteria untuk pekerjaan panel yang akan menyusun konstitusi baru.

"Kami mampu membangun bangsa, merdeka bebas yang tidak meminta bantuan asing," katanya, menambahkan bahwa partainya akan menerjemahkan kata menjadi tindakan.

Arian mengatakan pihaknya menghargai upaya yang penguasa dari Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata meskipun mengutuk pelanggaran hak asasi manusia yang mungkin telah dilakukan militer.

Arian juga mengatakan orang-orang saat ini percaya dengan pemerintahan Perdana Menteri Issam Syaraf. "Meskipun tidak ada parlemen untuk memantau kinerja, ada rakyat dan media yang akan mengawasi," katanya menambahkan. (fq/amay)

Friday, 10 June 2011

Mursyid Ikhwan: Akibat Penyiksaan Anggota Ikhwan Mesir Kalah Perang

 

 Mursyid 'Aam Ikhwanul Muslimin Muhammad Badi menuduh bahwa kekalahan Mesir di tangan Israel dalam perang tahun 1956 dan 1967 serta jatuhnya Presiden Hosni Mubarak, semuanya akibat dari murka Allah karena penganiayaan yang terjadi terhadap anggota Ikhwan.


Dia menambahkan bahwa penangkapan anggota Ikhwan oleh Presiden Gamal Abdel Nasser pada tahun 1954 menyebabkan kekalahan pada perang 1956 dan serangkaian penahanan anggota Ikhwan pada tahun 1965 juga menyebabkan kekalahan pada perang 1967 melawan Israel. Demikian pula, pemenjaraan anggota Ikhwan oleh Mubarak berakibat terjadinya revolusi 25 Januari sehingga mengakibatkan Mubarak jatuh.

Badie menyampaikan hal tersebut dalam khotbah Jumat minggu lalu, bersamaan dengan peringatan kekalahan pasukan Mesir oleh Israel pada tanggal 5 Juni 1967, sembari menegaskan juga bahwa Ikhwan adalah yang pertama untuk berbicara melawan ketidakadilan di Mesir dan telah menderita selama bertahun-tahun akibat penyiksaan dan penjara sebagai akibat keberanian mereka melawan rezim Mesir.

"Namun Allah telah memungkinkan Ikhwan untuk membuka markas baru mereka di daerah Muqattam, di mana banyak para syuhada yang meninggal di penjara militer dikuburkan di sana," kata Badi menambahkan.

Selain itu, pemimpin Ikhwan ini menyatakan bahwa kekalahan tahun 1967 adalah suatu peristiwa yang mengejutkan dunia Arab terlepas dari upaya oleh banyak politisi Mesir untuk membenarkan kekalahan dengan mengatakan bahwa itu hanya sebuah pertempuran dan bukan perang.

Badi juga mengecam semua politisi yang bersikeras bahwa perang tahun 1967 itu sebenarnya adalah kemenangan dan bukan kekalahan. Dia menyatakan bahwa kondisi yang represi, kurangnya kebebasan dan kediktatoran yang memerintah Mesir pada saat itu menjadi indikator kekalahan yang segera melanda negeri ini. Tingkat korupsi yang tinggi, kata Badi, telah menanamkan ketakutan, kemunafikan dan kepasifan dalam bangsa ini.

Dia menambahkan bahwa semua diktator hanya peduli untuk mempertahankan terus kekuasaan mereka dan akan berhenti sampai negara telah dihancurkan atau diduduki oleh pasukan asing.

Badi juga menyerang gerakan petugas bebas yang mengatur Revolusi 1952, mengatakan bahwa ketika revolusi berlangsung, mereka berjanji akan adanya kebebasan, demokrasi dan keadilan namun yang terjadi malah sebaliknya, orang-orang dibantai dan demokrasi ditindas.

"Tapi sekarang fajar terang akhirnya datang," kata Badi. "Para Intifida dari bangsa-bangsa Arab di Tunisia, Mesir, Libya, Yaman dan Suriah telah menyebabkan jatuhnya korupsi dan tirani oleh rakyat yang berbaris menuntut keadilan dan kebebasan. Sekarang para diktator dan fir'aun jatuh seperti boneka. "

Orang-orang Arab akhirnya terbangun dari koma mereka, tambah Badi, dan sekarang buah dari revolusi Mesir sudah terungkap dengan rekonsiliasi antara faksi Fatah dan Hamas Palestina dan pembukaan perbatasan Rafah.

Ia menyimpulkan dengan mengatakan bahwa kebijakan yang sekarang diadopsi oleh Mesir difokuskan pada peningkatan kehidupan masyarakat, dan dari sekarang, AS dan Israel tidak akan bisa ikut campur dalam keputusan internal negara Mesir.

"Kemenangan akan datang Insya Allah tidak ada keraguan tentang itu," kata Badi menambahkan. "Dan kembalinya Palestina, Yerusalem dan Dataran Tinggi Golan dan semua tanah yang diduduki oleh Israel bukan lagi mimpi tapi harapan yang akan menjadi kenyataan segera. Sekarang setelah orang memberontak, era superioritas Israel telah berakhir dan sekarang Israel meragukan bahwa keberadaan mereka apakah akan terus ada. " (fq/alahram)

Monday, 6 June 2011

Kelompok Ikhwan Mengambilalih Kekuasaan di Yaman?

  1.  

Rezim Ali Abdullah Saleh mendapat pukulan yang telak, dan mungkin dia tidak dapat lagi kembali ke Yaman, karena pemerintah Saudi menolak membantunya.


Roket yang menimpa dirinya dan sejumlah pejabat tinggi Yaman, hari Jum'at lalu, saat dia sedang berdoa di masjid di Komplek Istana Presiden, semua itu akan mengakhiri impiannya untuk terus berkuasa, yang sudah dijalaninya selama lebih dari tiga dekade.

Aliansi suku yang mengangkat senjata melawan Saleh tampaknya akan menjadi pemenang. Suku terbesar di Yaman yang dipimpin Shadiq al Ahmar, yang merupakan anak dari Sheikh Abdullah Al-Ahmar, yang pernah menjadi Ketua Parlemen Yaman (DPR), serta pemimpin Partia Ishlah, yang menjadi jelmaan Jamaah Ikhwanul Muslimin, nampaknya sekarang menjadi penentu politik di negeri itu.

Hakekatnya, Yaman yang diikat sebuah kesepakatan antara pemimpin suku, yang kemudian menjadi sebuah negara yang bersatu antara Yaman Selatan dan Utara, tak lain merupakan hasil perjanjian antara pemimpin suku, yang menyepakati Ali Abdullah Saleh menjadi presiden, di tahun 1994.

Ali Abdullah Saleh yang dikelilingi keluarganya dalam mengelola negara, terutama bidang keamanan, dan seluruh lembaga dan unit keamanan diserahkan kepada keluarganya atau anaknya.

Seperti anaknya yang bernama Ahmed Ali Abullah Saleh, yang sudah lama dipersiapkan untuk menjadi penggantinya, dan keponakannya, Yahya Muhammad Saleh, mengepalai unit paling efektif - dan tampaknya tak mampu berbuat banyak menghadapi situasi yang ada.

Ahmed menjadi panglima Garda Republik dan Yahya menjadi komandan anti-terorisme,yang paling berpengaruh, dan dia menjabat sebagai komandan militer - sejak tahun 2005. Presiden Ali Abdullah Saleh menyerahkan kepada 31 sepupunya untuk memimpin unit-unit pasukan keamanan di Yaman. Inilah bentuk kekuasaan di Yaman, di bawah Ali Abdullah Saleh.

Sekarang keluarga dan anak-anak Ali Abdullah Saleh mereka harus menghadapi pemimpin aliansi suku al-Hashid, suku yang paling besar di Yaman - yang dipimpin Shadiq al-Ahmar, dan sebenarnya Ali Abdullah Saleh menjadi anggotanya. Tetapi, satu per-satu mereka telah meninggalkan presiden, saat ia terkonsentrasi pada kekuasaan dan uang, dan membagi kekusaannya dalam kelompok yang sangat terbatas, dan sangat kecil, yaitu keluarganya.

Karena pola kekuasaan Ali Abdullah Saleh yang semakin "mengecil" dari lingkaran keluarganya semata, maka kemudian para pendukungnya, termasuk Hamid al-Ahmar, seorang pemimpin Partai Islam Islah, yang juga seorang pengusaha terkemuka, berubah menjadi lawan politiknya.

Ali Abdullah Saleh kehilangan sekutu-sekutunya, dan ia hanya mengandalkan dukungan dan perlindungan dari anak-anaknya dan keluarganya yang menguasai unit-unit militer. Pemimpin aliansi suku di Yaman, Sheikh Shadiq al Ahmar, marah dan meminta Ali Abdullah Saleh mundur, sesudah terjadi penembakan terhadap puluhan demonstran bulan Maret lalu.

Sheikh Abdullah Bin Hussein al-Ahmar, yang meninggal pada tahun 2007, adalah tokoh yang sangat penting di Yaman, dan memimpin Partai Islam Ishlah, yang menjadi jelmaan Jasmaah Ikhwan, dan Sheikh Abdullah al Ahmar pernah ketua parlemen Yaman. Posisi itu, sekarang digantikan oleh keponakannya yaitu Hamid al-Ahmar, yang merupakan sepupu dari Shadiq Al-Ahmar. Shadiq al-Ahmar adalah anak dari Sheikh Al-Ahmar.

Sheikh Abdullah al-Ahmar adalah salah satu tokoh yang sangat dihormat di Yaman secara luas - orang sering menggambarkannya sebagai bapak Yaman modern. Dia adalah seorang pemimpin oposisi, tetapi juga ketua parlemen, dan Saleh tidak berhati-hati mensikapi Sheikh Abdullah al-Ahmar. Hari ini, nampaknya tak ada pertemuan antara pemimpin suku Hashed yang dipimpin oleh Shadiq Al Ahmar dengan Ali Abdullah Saleh.

Lalu, siapa orang yang paling kuat di Yaman sekarang, sesudah Saleh berada di rumah sakit Riyadh, selain Shadiq al-Ahmar, mungkin Brigadir Jenderal Ali Muhsin al-Ahmar.

Jenderal Ali Muhsin seorang Komandan Divisi Lapis Baja Pertama. Sikap Muhsin merupakan pukulan yang pertama dan menentukan, ketika ia membelot pada bulan Maret, dan mengajak pasukannya berabung dengannya. Dia kemudian memerintahkan pasukannya untuk melindungi para demonstran yang melakukan aksi protes di Sanaa. Unit pasukan yang dipimpin Ali Muhsin baru-baru ini mengambil alih gedung-gedung dekat kompleks presiden.

Saleh menyalahkan al-Ahmar yang melancarkan serangan roket yang menghantam komplek Istana Presiden, Jumat lalu. Para pejabat lain mengatakan hanya pasukan profesional yang bisa terorganisir, dan berhasil melakukan serangan dengan sangat tepat.

Apa yang membuat Muhsin al-Ahmar menjadi perhatian pemerintah Barat, karena dia dikaitkan hubungannya dengan Islam Sunni yang radikal. Pengamat politik Yaman, mengatakan bahwa Ikhwanul Muslimin telah lama berpengaruh dalam komando militer al-Ahmar, dan dia dikenal karena sikapnya yang antipati terhadap Syi'ah Yaman.

Barak Barfi, seorang peneliti di New America Foundation, sebuah think tank yang berfokus pada terorisme di Timur Tengah dan Asia Selatan, baru-baru ini mencatat bahwa al-Ahmar " menikah dengan adik Tariq al-Fadhli, seorang Yaman yang berjuang bersama al Qaeda Osama bin Laden di Afghanistan. Bila lebih dari 4.000 orang Arab kembali dari pertempuran Soviet di Afghanistan, maka al-Ahmar merupakan kekuatan yang terorganisir, dan mereka berada dalam unit militer, yang dapat dikerahkan dalam perang sipil 1994. Tetapi, semua itu hanyalah sangkaan dari intelijen Barat, yang tidak ingin kekuatan Islam berkuasa, dan menuduh Al-Ahmar bagian dari Al-Qaidah.

Tokoh lain yang mungkin memainkan peran penting adalah ulama Abdulmadjid al-Zindani, pendiri Partai Islah Islam. Zindani ulama yang sangat ditakuti oleh Yaman liberal. Sheikh Abdul Majid Zindanni, yang terkenal dengan ilmunya, dan menulis tentang al-Qur'an yang dikaitkan dengan ilmu pengatahuan. Zindani juga sebagai pendiri (muasis) Jamaah Ikhwan di Yaman. Tetapi, ia lebih banyak di bidang ilmu dakwah dan ilmu pengetahuan.

Wakil Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi telah mengambil alih kekuasaan dan mengambil alih komando angkatan bersenjata dan keamanan Yaman. Wakil Presiden sejak tahun 1994, dia tidak ingin menerima kekuasaan dari Ali Abdullah Saleh. Dia sebagai orang selatan, ia tidak memiliki banyak dasar kekuasaan.

Maka, kolaborasi antara Bregadir Jenderal Ali Muhsir Al Ahmar, Shadiq Al Ahmar, Hamid Al-Ahmar, yang masih satu suku dan keluarga, nampaknya yang akan menentukan masa depan Yaman. (mh/tm)